Pengenalan Flask
Penjelasan
Flask adalah micro web framework untuk Python. Disebut 'micro' bukan karena kemampuannya terbatas, tapi karena core-nya sengaja dibuat kecil dan tidak memaksakan struktur tertentu — kamu bebas memilih ORM, sistem autentikasi, atau library form sendiri lewat extension seperti Flask-SQLAlchemy atau Flask-WTF. Ini beda dengan Django yang 'batteries-included' (sudah punya ORM, admin panel, dan sistem auth bawaan). Kalau kamu sudah belajar Django, anggap Flask sebagai kebalikannya: kamu yang merakit sendiri komponen yang dibutuhkan, cocok untuk proyek kecil, API sederhana, atau saat kamu ingin kontrol penuh atas arsitektur aplikasi. Flask dibangun di atas Werkzeug (WSGI toolkit) dan Jinja2 (template engine).
Instalasi & Cara Menjalankan
# Buat virtual environment lalu aktifkan
python -m venv venv
source venv/bin/activate # Windows: venv\Scripts\activate
# Install Flask
pip install flask
# app.py
from flask import Flask
app = Flask(__name__)
@app.route('/')
def index():
return 'Halo dari Flask!'
if __name__ == '__main__':
app.run(debug=True)
# Jalankan dengan:
# python app.py
# atau: flask --app app run --debug
Praktikum
Lengkapi kode agar route '/' mengembalikan teks 'Selamat datang di toko online!' saat server dijalankan.
Ketik/edit bebas di sini untuk latihan — kode ini tidak dijalankan.
Tips
Selalu kerja di dalam virtual environment supaya dependency antar proyek tidak bentrok. Aktifkan debug=True hanya saat development — mode ini menampilkan traceback error lengkap di browser, yang berbahaya kalau bocor ke production.